Proyek Aktivitas Lokasi Materil Peralatan Peristiwa Koneksi

Home

English

 

LESSON STUDY MATEMATIKA DI SMPN 1 LEMBANG

 

Pada tanggal 23 November 2005, SMPN 1 Lembang menyelenggarakan kegiatan Lesson study matematika.  Ibu Dra. Ai Nurhayati menyajikan materi pembelajaran Kongruensi untuk kelas 1 dan dihadiri oleh 20 orang observer yang terdiri dari guru MIPA dan non-MIPA dari sekolah tersebut, guru dari sekolah lain, dan dosen.

 Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan rencana pembelajaran meliputi; penentuan topik yang akan disampaikan,  penentuan pendekatan yang akan digunakan, scenario pembelajaran, dan lembar kerja siswa (LKS). Pada tahap ini guru berdiskusi dengan beberapa guru sebidang, untuk kemudian melakukan konsultasi dan diskusi dengan nara sumber (instruktur), dosen Matematika UPI. Hasil diskusi memutuskan bahwa pendekatan  Open-ended akan digunakan untuk pembelajaran topik kongruensi. Setelah itu guru menyusun skenario dan LKS yang mendukung pembelajaran Open-ended.

 Pelaksanaannya, sebelum kegiatan berlangsung, para observer  diberi pengarahan mengenai tata cara melakukan observasi di kelas, diantaranya; para observer tidak diperkenankan mengganggu pembelajaran (menginterupsi guru, menanyai siswa, berjalan hilir mudik, mengobrol sesama observer), observer hanya diperkenankan menempati bagian sisi  dan di belakang ruangan kelas yang telah disediakan.

 Pembelajaran berjalan lancar walaupun melebihi waktu yang dialokasikan. Guru dan siswa tidak terganggu dengan kehadiran para observer. Siswa mengikuti pembelajaran dengan baik dan aktif terlibat di dalamnya. Para observer melakukan perannya dengan baik, walaupun masih ada yang mengobrol dengan suara yang pelan.

 Post Class Discusion untuk merefleksi pembelajaran dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berakhir. Berikut ini beberapa hasil tanya-jawab pada sesi tersebut:

 Penanya 1: Erry Haditjahjono (MGMP Semarang )

-         Pembentukan kelompok tidak merata. Ada kelompok yang terdiri dari siswa putra/putri semuanya, ada pula yang hanya terdiri dari satu siswa putra/putri saja dalam kelompok.

-         Setting kelas (pengaturan meja) perlu diatur sehingga para observer lebih leluasa.

-         Unsur-unsur Open-ended tidak nampak.

 Penanya 2: Supriyono (Dosen, UNNES Semarang )

Apa yang menjadi tujuan/arahan dari LKS 2? Sebaiknya dalam menarik kesimpulan dilakukan setelah membandingkan pendapat antar kelompok, bukan dilakukan oleh satu kelompok saja.

Penanya 3: R. Naipospos (SMPN 19, Lampung)

Salut terhadap guru yang mengajar. Pujian untuk tindakan guru yang mengoreksi siswa yang melakukan kesalahan pengukuran. Pada prinsipnya setuju dengan LKS 1, untuk LKS 2 sebaiknya diberikan pembanding untuk segitiga-segitiga yang kongruen, bukan setiap kelompok mengerjakan segitiga yang sama kemudian membandingkannya. Jika demikian isinya cenderung kepada latihan menggambar segitiga, bukan kepada konsep kongruennya. Kemudian, untuk LKS 3 sebaiknya tinggi segitiga tidak perlu diberikan, sehingga akan muncul berbagai kemungkinan model segitiga.

Suasana pembelajaran matematika di SMPN 1 Lembang dalam rangka lesson stud.

Penanya 4: Haryanto (SMPN 16, Lampung)

Salut terhadap guru yang mengajar dan interaksi di dalam kelas sangat bagus.  LKS 2 menurutnya adalah sarana untuk penemuan, sehingga  untuk menyampaikan istilah baru (kongruensi),  sehingga sebaiknya untuk setiap soal diberikan pasangan segitiga yang kongruen. Pada pembahasan hendaknya hasil kelompok dibandingkan, misalnya dengan kelompok yang berdekatan. LKS 3, sebaiknya lebih bervariasi dan lebih menantang, misalnya dengan tinggi yang tidak ditentukan. Sebaiknya siswa diminta untuk memberikan alasan mengapa kongruen, hal ini untuk melatih siswa berpikir kritis, sistematis, dan kreatif.

Penanya 5: Sudarman (SMPN 1 Ciamis)

     Menyarankan untuk menyampaikan istilah baru (kongruensi), sebelumnya siswa  ditugaskan untuk mempelajarinya terlebih dahulu, misalkan mencari artinya di dalam kamus. Penghargaan kepada siswa kurang diperhatikan.

 Penanya 6: Sri Sudaryati (Dosen, UNJ)

      Dalam penarikan kesimpulan diakhir pembahasan, sebaiknya lebih dipertegas kembali, sehingga siswa yakin dengan konsep yang sedang dipelajarinya.

 Penanya 7: Cecep Hasanudin (SMPN 1, Lembang)

      Lesson Study sangat menarik, namun ada kendala dengan waktu yang terbatas.

 Penanya 8: Sugeng Sutiarso (Dosen, Univ. Lampung)

      Penyampaian apersepsi sebaiknya dimanfaatkan untuk mengetahui bahwa siswa benar-benar sudah memahami materi prasyarat. Kesimpulan hendaknya dipertegas agar tidak simpang siur.

 Penanya 9: C. Jacob (Dosen, UPI)

      Skenario pembelajaran hendaknya diselesaikan sesuai dengan model dan pendekatan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan pula aktifitas mental siswa, misalnya dengan memunculkan kuis-kusi yang sesuai dengan scenario pembelajaran. Dalam penggunaan istilah hendaknya berhati-hati, misalnya menyebutkan sisi dua segitiga sama, harus ditegaskan bahwa ukurannya yang sama.

 Penanya 10: Wawan Kuswandi (kepsek SMPN 1 Lembang)

      Menyampaikan salut untuk guru. Keaktifan siswa di dalam kelas ada pengaruh dari kegiatan piloting yang sebelumnya juga dilaksanakan di sekolah tersebut. Beberapa siswa pernah terlibat pada kegiatan tersebut. Perlunya  pemberian reward kepada anak. Secara keseluruhan guru dinilai berhasil mengelola kelas dengan sangat baik.

   

Jawaban/tanggapan:

Guru untuk penanya 1:

-         Pembentukan kelompok dilakukan spontan, yaitu berdasarkan tempat duduk. Adapun setting kelas, memang begitu adanya. Kelas kurang luas sehingga meja dan kursi tidak dapat diatur dengan leluasa,  ditambah pula dengan tempat untuk observer.

-         Guru masih dalam tahap belajar melaksanakan pembelajaran open-ended. Unsur-unsur open-ended nampak jelas pada penyelesaian LKS. Terdapat banyak jawaban siswa yang berbeda muncul. 

Instuktur (Nurjanah) untuk penanya 1:

Dalam hal ini, pembelajaran menggunakan pendekatan low open-ended. Tidak harus semua unsur open-ended muncul pada setiap LKS, tetapi cirri-ciri yang lain ada, misalnya; pembelajaran berdasarkan masalah, guru tidak langsung memberikan konsep/definisi di awal pembelajaran tetapi siswa menemukannya (diakhir pembelajaran), dan dalam menyelesaikan soal terdapat banyak cara untuk satu jawaban yang benar.

Guru untuk penanya 2:

Arahan untuk LKS 2 adalah siswa diharapkan mengetahui, apabila diberikan dua buah segitiga dengan  dua buah sisi yang bersesuai mempunyai panjang yang sama dan kedua sisi masing-masing segitiga tersebut mengapit sebuah sudut yang sama besarnya, maka sisi ketiga kedua segitiga akan sama panjang. Tujuan dari LKS tersebut adalah siswa dapat menentukan syarat  dua buah segitiga kongruen yaitu jika sisi-sudut-sisi yang bersesuian mempunyai ukuran yang sama.

 Guru untuk penanya 3:

Mengucapkan terimakasih atas masukan yang berharga. Untuk LKS 3, pada awalnya tinggi tidak akan ditentukan, namun dengan pertimbangan waktu yang terbatas maka diputuskan untuk menentukan suatu nilai. Untuk kesempatan yang akan datang usulan tersebut akan dicoba untuk dilaksanakan.

 

Proyek | AktivitasLokasiMateril  | Peralatan | Peristiwa | Koneksi